
Surakarta, 28 Agustus 2025 — Program Studi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kuliah Umum bertema “Metodologi Penafsiran Al-Qur’an Kontemporer” yang bertempat di Ruang Meeting B1, Lantai 2, Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS.
Acara ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, S.Ag., M.Ag., Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus pengasuh Pesantren Lingkar Studi Qur’an (LSQ) Ar-Rohmah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Mahasiswa Baru Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S1 dan S2) Tahun Akademik 2025/2026.
Dalam sambutannya, Alfiyatul Azizah, Lc., M.Ud., Wakil Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, menegaskan bahwa pemahaman tafsir Al-Qur’an perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan dinamika zaman.
“Mahasiswa perlu memahami metodologi tafsir yang relevan, agar mampu menghadirkan Al-Qur’an sebagai solusi bagi tantangan kehidupan modern,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., Kaprodi S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, menyampaikan bahwa arah tafsir di lingkungan UMS perlu terus menguatkan semangat keilmuan lintas bidang.
“Tafsir harus menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam ranah sosial, budaya, ekonomi, dan politik,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Andri Nirwana, AN., S.Th., M.Ag., Ph.D., Kaprodi S2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, menekankan bahwa tafsir berperan penting dalam membimbing umat menuju pencerahan.
“Tafsir adalah sarana untuk menghadirkan petunjuk Ilahi dalam kehidupan nyata. Para mufassir perlu memastikan agar Al-Qur’an selalu hidup dan fungsional dalam masyarakat,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Mustaqim menjelaskan bahwa tafsir kontemporer menekankan pendekatan dinamis, terbuka, dan kontekstual. Ia juga menyinggung pentingnya memahami maqashid al-Qur’an agar penafsiran tetap relevan dan mencerahkan.
“Kebenaran tafsir tidak bersifat tunggal. Al-Qur’an memiliki daya sentripetal yang mengembalikan manusia kepada nilai-nilai Ilahi, sekaligus daya sentrifugal yang mendorong manusia menerjemahkan pesan Al-Qur’an dalam berbagai bidang kehidupan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif, diikuti antusias oleh mahasiswa S1 dan S2 Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UMS. Melalui kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami bahwa tafsir bukan hanya kegiatan akademik, melainkan ikhtiar intelektual dan spiritual untuk menghadirkan cahaya Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat modern.
