
Surakarta, 21 Juni 2025 – Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan kiprah di kancah akademik internasional. Kaprodi MIQT, Assoc. Prof. Dr. Andri Nirwana, S.TH., M.Ag., Ph.D., menjadi salah satu pembicara undangan (invited speaker) dalam “Symposium on the Issues of the Quran and Sunnah (SIQAS X)” yang diselenggarakan oleh Fakulti Pengajian Quran dan Sunnah (FPQS), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) pada 19 Juni 2025 bertempat di Ibnu Abbas Seminar Room, FPQS USIM.
Kegiatan ilmiah internasional ini mengangkat tema:
“The Maqasid of the Quran and Sunnah in Addressing the Challenges of Artificial Intelligence (AI)”,
yang berfokus pada upaya menggali nilai-nilai Maqasid al-Qur’an dan Sunnah dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Selain Dr. Andri Nirwana dari UMS, simposium ini juga menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi terkemuka USIM, antara lain:
-
Assoc. Prof. Dr. Nurul Wahidah Fauzi
-
Assoc. Prof. Dr. Muhammad Arif Musa
-
Dr. Helimy bin Aris
-
Dr. Mohd Shamsul Hakim bin Abd Samad
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Andri Nirwana menyampaikan pandangan tentang urgensi pendekatan Maqasid dalam memahami implikasi etis dan spiritual dari perkembangan teknologi AI, khususnya dalam konteks studi Al-Qur’an dan Tafsir. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk memperkuat riset-riset lintas disiplin yang berbasis pada nilai-nilai Islam.
“Keterlibatan MIQT UMS dalam forum ilmiah internasional seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk memperluas jaringan akademik dan memperkaya kontribusi keilmuan Al-Qur’an Indonesia di tingkat global,” ujar Dr. Andri Nirwana.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kerja sama akademik berkelanjutan antara MIQT UMS dan FPQS USIM, yang mencakup kolaborasi penelitian, pertukaran akademik, dan publikasi ilmiah bersama.
Melalui partisipasi ini, MIQT UMS meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat studi Al-Qur’an dan Tafsir yang aktif dalam percakapan ilmiah internasional, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam menjawab tantangan kontemporer dunia Islam.
